Kembali terkemuka sebuah cerita panjang anak manusia. Menangis dan meratapi sebuah ketidakpastian semu yang menjadikan sebuah harapan hanya tinggal harapan dan tangisan putus asa yang terdengar kemaren, seolah-olah membahana kembali. Meninju kejam dunia hanya sebuah ungkapan yang kini rasanya tak pantas lagi kita ucapkan. Selama nafas dibadan maka kita kan terus berjuang...Untuk siapa dan untuk apa kita berjuang jika nafas masih tersengal karena perjuangan, kita kembali terjajah..
Menanti datangnya hujan ditemaram petang senja gemulai. Merindukan rembulan yang entah kini milik siapa. Tapi sayang, semua telah berlalu seperti lamunan ini menggeliat pergi, menepi. Dalam sebuah kesempatan itu, rembulan datang...Hujan pun turun kebumi..

|
Rabu, 20 Februari 2008
Menanti Datangnya Hujan
Diposkan oleh
Die_must
di
5:19 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Jumat, 08 Februari 2008
Confuse..
Aku dalam kebingungan saat ini. Entah mengapa, tapi yang jelas aku bimbang dengan semua yang aku jalani. Setiap hari, seolah kujalani hidup ini dengan santai dan sadarku, tapi sebenarnya semuanya semu. masih tetap tak mengerti dengan semua ini, masih tetap buta dengan apa yang terjadi dan dengan apa yang harusnya terjadi. bimbang dan ragu ini yang menjadikan aku tak bisa berfikir jernih, padahal selama ini aku selalu mencoba dan tetap mencoba untuk berfikir jernih dengan semua apa yang akan aku lakukan. Sebulan terakhir adalah masa yang sangat-sangat menyedihkan. Dalam arti yang luas kesedihan ini yang harusnya aku selesaikan. Tapi bagaimana ini mungkin, karena saat inipun aku tak mampu untuk berfikir jernih dengan segala macam beban pikiran yang semakin hari semakin sarat memenuhi pikiran dan bathin ini. Tak pernah kurasakan lagi kedamaian dalam diri ini. Tak pernah lagi ada senyum tulus dari dalam hati. yang ada hanya sebuah senyuman yang kias yang sebenarnya aku sendiri tahu, hati ini tak lagi bisa tersenyum. kapankah semua ini berakhir dengan segala beban yang ada, menanti saat dimana aku lepas dari semua beban yang ada. Membujuk hati ini agar mampu kembali bersenyawa dengan pikiranpun rasanya berat.
Entahlah...
Diposkan oleh
Die_must
di
12:34 PM
0
komentar
Link ke posting ini
Senin, 04 Februari 2008
Keremangan Pikiran Semu
Dalam sebuah teka-teki hidup yang tak pernah berujung pangkal, terceritakan bahwa seorang makhluk yang menanti entah ajal entah titik finishnya.
Kereta hidupnya yang tak pernah berada dalam track lurus yang mulus namun selalu hadir dalam kelokan tajam, terjal dan mendaki (senantiasa mendaki rupanya?). Terakhir dalam hatinya dia berkata, apakah ini akibat dari keinginan yang terlalu tinggi hingga akhirnya ketika jatuhnya tidak berasa namun teramat sakit akibatnya. Menemuka kesombongan diri kita dalam diri orang lain, menemukan kesalahan kita dalam diri sahabat, melihat kejahatan pikiran kita namun dengan tangan orang lain. Entah apa yang engkau pikirkan saat ini, aku tak mengerti namun apa yang sedang aku pikirkan pastinya engaku mengerti. Namun, kapan engkau mau sadar dan mengerti bahwa aku sendiri dan menangis dalam sebuah keriangan pesta pora yang aku ciptakan dan engkau rayakan.
Menanti sebuah jalan panjang yang lurus dan bertabur bunga hanya menjadikan aku anusia bodoh yang sangat lugu dengan segala kesalahan dan dosa yang aku sendiripun tak mengerti kenapa dan kapan dimulainya. Menggelikan rupanya bagi kalian, namun mengejutkan dan bahkan menyakitkan, bagi aku.
Seperti sebuah dan seonggok patung aku berdiri membeku ditengan senyuman yang tersungging karena lidah telah kelu dan mulut telah ragu untuk berikan tawa, canda dan suka. Menanti ajal dan awal cerita baru menjadi impian seorang kecut nyali dan tinggi hati bagi aku. Namun memang menggelikan bagi kalian kalau saja aku harus tertawa sedang kalian menangis. Tapi tidak heran bagi aku ketika aku sakit, perih dan menangis kalian tertawa, tebahak dan bahagia. Entah kenapa? Entah mengapa?. Jangan tanya aku..!, ya, tanya saja pada Nurani Kalian.....!!!!!!!!
Diposkan oleh
Die_must
di
6:12 PM
0
komentar
Link ke posting ini

